Kenanglah Senja, dan Balon Udara

Originally posted on barya-wresthi-kahwa:
Kau masih duduk di sampingku, beralaskan rumput yang basah bekas hujan pagi tadi. Masih saling diam dan mengunci bibir masing-masing. Hanya terdengar embusan napas gelisah. Aku menggigit bibir, kita telah sama-sama sepakat untuk menyudahi segalanya. Segala yang pernah kita mulai bertahun-tahun lalu. Ah, aku tak mampu menahan tangis lebih lama lagi.…