Seribu

Originally posted on Kata-Kata Dicta:
“Aku sudah membusuk karena menunggu.” “Menunggu berapa lama?” “Seribu tahun lamanya.” Senja itu dua pasang kaki kita kembali separuh basah di tepi empang. Matamu kembali murung, dan aku kembali termenung. Meski terlihat beda, alasan kita sama. Menunggu. “Benarkah? Rasanya baru kemarin kita main layang-layang di lapangan bola kampung.” “Kamu tidak…

AFFAIR

Originally posted on barya-wresthi-kahwa:
‘A…apa yang kulihat barusan itu nyata? A…apa itu benar kau?’ Saat ini aku hanya berharap aku sedang dikelabui mimpi. Aku hanya berharap semua ini tak nyata. Namun ketika kucoba mencubit lenganku, aku merasa sakit. Aku tidak sedang bermimpi. Ini nyata! Aku kembali ke lorong sepi yang baru saja kulewati dengan langkah…