Banjarmasin Pukul Tiga

Jalan raya mulai sunyi. Kecuali kepala saya. Beberapa kendaraan melintas jarang-jarang. Warung-warung makan di pinggir jalan pun sudah sepi. Tak lebih dari hitungan jari yang masih buka, memberi makan yang kelaparan ketika dinihari. Satu-dua orang. Lumayan daripada tanpa pembeli sama sekali. Padahal dua jam yang lalu jalanan masih riuh rendah oleh orang yang menonton balap … More Banjarmasin Pukul Tiga

Sudah Pukul 11

Sudah pukul 11. Ayah belum pulang juga. Ibu masih berjaga-jaga, di sofa tua di depan Tv yang menayangkan acara yang mengklaim diri bisa membuat penonton tertawa. Pembawa acara tertawa, penonton di studio ikut tertawa, lebih keras meskipun bayarannya hanya kurang dari 1 persen dari bayaran  si pembawa acara. Ibu tidak tertawa, acaranya tidak lucu sama … More Sudah Pukul 11

Dialog Dinihari

Jam 2 pagi begini kau masih bangun, atau sedang tertidur pulas? Kuharap kau tidak tersedak atau sedang bermimpi buruk. Ya, ketika aku bermimpi tentang kita -aku dan kau- aku menganggapnya sebuah mimpi buruk. Buruk untuk kesehatan hati. Dan hatiku belum bisa beranjak pergi sepenuhnya. Kau tahu itu.  Dan buruknya, aku sering mendapatinya.  “Siapa…?”  Aku dapat … More Dialog Dinihari

Obeng Plus – Minus (Perihal Keyakinan Yang Berbeda)

Ku ucap ‘Basmallah‘ singkat, dengan sikap hendak menyuapkan hidangan ke dalam mulut. Namun, kuputuskan untuk menundanya ketika melihat perempuan yang duduk tepat di samping kiriku, sedang menggenggam kedua tangannya yang ia taruh tepat di depan wajah orientalnya, dengan mata tertutup, do’anya khusuk. “Udah?” Kataku dengan senyum karena suka melihat caranya mensyukuri makanan yang ada di … More Obeng Plus – Minus (Perihal Keyakinan Yang Berbeda)

Lelaki Berengsek

“Sudahlah, Sha! Kita tidak akan pernah bisa bersama!”  Tegasnya, sontak membuat pengunjung cafe yang lain memperhatikan kami Sudah belasan kali kudengar kata serupa. Namun masih tak jauh berbeda. Tetap saja menimbulkan luka, apalagi untuk perempuan sepertiku. Tajam, bagaikan pisau yang baru bersua dengan pengasahnya. Lidahnya memainkan perannya dengan sangat baik. Lalu, hatiku, kembali dengan luka … More Lelaki Berengsek