Wartawan Kekinian Harus Tanpa Kepentingan 

Verdy Bagus Hendratmoko. Mungkin tidak banyak orang yang tahu siapa pemilik nama tersebut. Namun, jika Anda adalah orang yang tertarik atau malah sedang menekuni bidang jurnalistik, wajib rasanya mengenal atau hanya sekadar tahu siapa Verdy Bagus ini.

Awalnya, Verdy muda hanyalah seorang mahasiswa Komunikasi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), yang sedang magang di bidang jurnalistik. Hingga suatu ketika, tulisannya dilirik dan dimuat oleh Mingguan Cempaka; salah satu artikel lepas di kota Solo yang masih dibawahi Suara Merdeka. Ia menulis artikel tentang seorang ibu yang sering terlihat di kampusnya, dan berprofesi mulung, tapi mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga menjadi sarjana kampus-kampus besar di Indonesia, yang kemudian sukses di bidangnya masing-masing dan sudah berkeluarga. Berkat tulisannya ini, banyak media yang meliput kisah ibu tersebut. Karenanya juga, Verdy muda semakin bersemangat dengan program studi yang dijalaninya. Ia merasa dunia jurnalistik adalah bagian dari jiwanya.

Ia mengawali karir kewartawanannya sebagai koresponden tidak tetap, atau karyawan dinamis biro Solo pada awal tahun 1987 di Harian Sore Wawasan. Sebagai seorang sarjana S1 Ilmu Komunikasi, Verdy B.H. cukup yakin dan percaya akan kemampuannya di bidang jurnalistik. Padahal saat itu usianya baru menginjak 20-an. Tahun 1997, atau sekitar sepuluh tahun semenjak ia mengawali karirnya sebagai wartawan, Verdy Bagus Hendratmoko mengajak rekan-rekannya untuk mendirikan harian mandiri di kota Solo: SOLOPOS. Lantas ia menjabat sebagai Redaktur surat kabar Solopos dari tahun 1997 hingga 2013.

Verdy Bagus Hendratmoko juga sempat menjadi dosen pengajar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), jurusan ‘Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah’ untuk mata kuliah Teknik Jurnalistik, dari tahun 2003 sampai 2013. Bahkan ia juga sempat ambil bagian dalam menyusun “Panduan Mata Kuliah Pilihan” dalam buku Penyuntingan, Kepenyiaran, Jurnalistik, dan Pewara Bahasa Jawa untuk PBSID Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Tahun 2012 menjadi salah satu tahun yang paling membanggakan bagi hidup seorang Verdy Bagus Hendratmoko, karena di tahun ini ia mendapatkan penghargaan yang setinggi-tingginya di dalam bidang jurnalistik. Yaitu ketika ia berhasil memenangi “Anugerah Jurnalistik Adinegoro” sebab artikel tentang seorang bocah laki-laki bernama Bima, dengan judul: Buruk Muka Hukum, Hati Nurani di Belah. yang ditulisnya di harian Solopos pada tahun yang sama. Di tahun ini, Verdy juga mendapat sertifikat kompetensi wartawan yang dikeluarkan oleh Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), yang mana ia termasuk sebagai tim penguji kompetensi wartawan angkatan pertama.

Pada tahun 2013, Verdy B.H. beserta keluarga pindah ke Banjarmasin, karena ia diminta oleh Hasnur Group untuk menjabat sebagai HRD surat kabar Media Kalimantan. Sampai sekarang ia masih menduduki jabatan sebagai HRD Media Kalimantan. Ia juga ditunjuk sebagai media officer klub sepak bola asal Banjarmasin-yang juga masih bagian dari Hasnur Group; Barito Putera, dari awal tahun 2016, atau sejak awal musim Torabika Soccer Championship.

Awal 2016 lalu, sampai sekarang ini. Verdy B.H. juga mengajar di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari, untuk mata kuliah Jurnalistik. Namun bukan sebagai dosen, hanya sekadar pemberi materi. “saya bukan dosen, hanya diminta memberikan materi atau pengajaran kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah jurnalistik.” Ujarnya.  

Ketika dihubungi melalui telepon Selasa malam (1/11/2016), Verdy Bagus Hendratmoko mengonfirmasi bahwa semua profilnya ini yang saya dapat dari berbagai media massa, dan saya tulis di sini adalah benar. Ketika ditanya tentang motivasi seorang wartawan, ia mengatakan “Seorang wartawan harus menjawab semua pertanyaan yang ada di kepalanya. Guru saya pernah berkata: kalau mau kaya, jangan jadi wartawan. Kaya tidak diukur dari harta, tapi bagaimana mengubah sesuatu agar terlihat dan menjadikannya bernilai, juga bermanfaat bagi orang banyak.”

Jika dihitung, sudah hampir 30 tahun pengalaman wartawan seorang Verdy Bagus Hendratmoko ini. Perihal kemampuannya di bidang jurnalistik tidak usah diragukan lagi. Ia berharap, di masa sekarang ini dan akan datang, seorang wartawan bisa menekuni profesi jurnalistik tanpa ada kepentingan lain. Harus murni menjunjung tinggi kebenaran. Ia juga menambahkan seorang wartawan harus punya rasa empati yang tinggi, dan pintar melihat situasi di lapangan. Jangan hanya terus terfokus pada tugasnya sebagai seorang pewarta saja. – (Sandi, 02/11/2016) 
__________________________

Silakan baca kisah Bima, dalam Tajuk Solopos pemenang penghargaan “Anugerah Jurnalistik Adinegoro” 2012 di sini.

***

F.n : Tulisan ini sebenarnya adalah tugas langsung dari Bapak Verdy; paparkan siapakah saya, untuk mata kuliah ‘Teknik Mencari & Menulis Berita’. 

Nah, mulai dari proses awal; mencari dan mengumpulkan data dari berbagai sumber; wawancara-penegasan kredibilitas narasumber langsung; teknik menulis, dsb, semuanya saya ambil sendiri. Sehingga didapat jenis yang paling tepat menurut saya adalah Feature News; Feature Biografi. Untungnya keputusan tersebut sudah tepat, dan benar tugas yang diminta adalah feature biografi.

Di dalam unsur feature ada yang namanya tumpang tindih Berita-Feature-Sastra, yang harus seimbang. Namun, yang terjadi pada tulisan saya adalah terlalu banyak unsur sastra. Duh! Kebiasaan…

Feature-mu itu jurnalistik yang terlalu nyastra.

Baik, pelajaran baru lagi. Harus belajar Jurnalistik lebih giat nih! Semoga kedepannya saya bisa lebih peka. 

Salam,

Iklan

One thought on “Wartawan Kekinian Harus Tanpa Kepentingan 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s