Rahasia Februari

barya-wresthi-kahwa

Februari penuh cinta. Cinta. Cinta. Cinta. Huh, apa itu cinta? Mengapa namaku disambung-sambungkan dengan cinta? Memangnya, siapa itu cinta? Aku saja sebagai Februari tidak mengenalnya.

Ya, kenalkan, aku Februari. Yang menurutmu aku ini bulan penuh cinta hingga di mana-mana merah muda terpasang di setiap sudut tempat. Bunga mawar disusun sedemikian rupa hingga menjadi rangkaian romantis-romantisan. Puisi-puisi cinta bergaung di mana-mana, diucapkan dengan bisik-bisik lembut kemudian berubah menjadi desah dan lenguhan panjang. Bunga diberikan pada perempuan-perempuan dari tangan kanan laki-laki yang sedang berlutut dengan wajah memelasnya. Setelah bunga, lalu cokelat, lalu kunci kamar hotel, lalu kondom yang laris manis di supermarket itu berserakan di mana-mana; di kamar kosan, di kamar hotel, di semak-semak. Begitukah cara manusia merayakan apa yang mereka sebut cinta? Cinta kelamin sendiri maksudnya? Cinta kepuasan? Atau cinta pembodohan?
Lho, tenang-tenang yang kemarin enak, kok sekarang ‘ndumel tho? Ingat, aku ini bulan cinta yang kalian jadikan alasan…

Lihat pos aslinya 431 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s