Surat Terakhir

Kau,
Pasti membaca surat yang kukirimkan padamu. Dan diam-diam juga membaca semua surat yang kukirimkan ke orang lain. Tapi ini benar-benar surat untukmu. Khusus buatmu

1.. 2.. 3

Aku baru saja bangun tidur. Dan apa kau tahu? Aku baru saja bermimpi sesuatu. Tentangmu. Tentang kita. Sejak kali terakhir kita bertemu, rasanya sudah lama sekali, ya? Aku lupa kapan itu. Yang pasti terasa jelas sudah sangat lama bagiku. Menurutmu? Tidak? Bahkan sama sekali tidak memikirkannya? Oh, tentu saja. Kau terlalu sibuk menikmati hari-harimu sendiri. Hari-hari yang sekarang di isi oleh seseorang berlabel nomor Satu di Hatimu.
Berbeda denganku, yang lebih memilih menikmati kesendirianku. Kau tahu sifatku; mudah tertarik dengan wanita cantik, lalu jatuh hati lagi dengan wanita cantik lainnya. Hanya saja kali ini aku tidak ingin terburu-buru. Tidak ingin kembali terperangkap dan membuang waktu dalam cinta yang salah.

4.. 5.. 6

Aku ingin mengutarakan sesuatu di sini. Menggambarkan perasaan Hati yang acap kali terus berdebar, menahan rasa inginnya berkomentar, perihal ke mana lagi kau melabuhkan cinta. Entah sudah yang ke-berapa. Kau, selalu saja menghindari kalimat dari orang-orang yang mencoba mengataimu. Kau berpikir lebih baik seperti itu. Menghindarinya, menganggapnya hanya angin lalu saja. Kenapa tidak kau coba untuk singgah sebentar, mendengar kalimat-kalimat gunjingan dari orang sekitar? Anggap saja itu sebuah kritikan. Yang tentu saja bisa dipakai untuk koreksi diri. Menjadikan diri yang lebih baik lagi.
Ahh Kau tidak tahu, berapa banyaknya pertanyaan dan perkataan tentangmu yang masuk ke kupingku. Untungnya aku masih punya beberapa jawaban dan alasan yang dirasa tepat untuk di kemukakan. Kau tahu, jika aku sudah kehabisan kata-kata untuk di keluarkan, selalu ‘aku tidak tahu’
Aku tidak punya alasan, kenapa aku menjawab dan menepis semua pertanyaan dan perkataan yang ditujukan kepadamu. Aku tidak tahu. Hanya ingin saja. Mungkin hanya itu yang bisa kulakukan. Daripada nantinya malah memperburuk keadaan.

7.. 8.. 9

Di sini, aku akan jujur kepadamu. Mengatakan sesuatu yang kurasa patut untuk ku ucapkan. Muak! Iya, muak. Aku muak, melihatmu yang terlalu mudah jatuh hati. Tak jarang hanya di awali oleh cinta lokasi. Kau mengharapkan ini cinta yang benar. Bukan lagi cinta yang salah. Entah sudah berapa kali juga kau lontarkan kata serupa, mungkin puluhan.
Aku selalu berusaha membuang semua pikiran buruk, berharap dan terus saja berdo’a, semoga kau tidak lagi dapat cinta yang salah; agar kelak kau hidup bahagia, tentu saja dengan lelakimu.
Ada yang bilang; Berpikiran positif dan membohongi diri sendiri itu beda tipis. Mungkin sekarang aku sedang membohongi diri sendiri. Berpikir semua baik-baik saja. Tapi apa yang dapat kulakukan. Aku hanya bisa berdoa semoga benar semua baik-baik saja.

10.. 11.. 12

Desember. Kenapa bulan hanya sampai Desember? Kenapa hanya sampai di angka-12, dan kembali lagi mulai angka-1 pada bulan Januari? Apa kita harus terus bertemu luka? Luka yang terkubur di suatu tanggal bulan tertentu. Ingatan yang terpatri di tanggal dan bulan tersebut.
Kenapa tidak ada 13..14..dan seterusnya? Agar tak perlu lagi kembali mengingat luka yang bagi sebagian orang kemudian dirayakan. Agar terus saja berjalan ke depan, tanpa kembali lagi ke bulan awal. Aku tidak pernah benar-benar mengerti.
Yang pasti itu rahasia Tuhan. Mungkin Tuhan ingin hambaNya mengingat kesalahan-kesalahan yang pernah di lakukan di masa lalu. Mengambil suatu pelajaran darinya, lalu memperbaikinya dan menikmati hasilnya di masa yang akan datang. Iya, aku yakin begitu.

Oh, iya. Jadi, sudah berapa lama kita tidak bertemu? Aku harap terus saja begitu. Walaupun nantinya mungkin kita akan bertemu dalam sebuah acara keluarga. Tapi, aku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi. Selamanya. Aku hanya tidak ingin mengusik kebahagiaanmu. Mengingatkanmu tentang luka. Lebih baik seperti ini. Jadi, biarkan saja seperti ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s