Untuk Pengirim Surat

Jangan lama-lama menikmati luka, hingga lupa banyak kebahagian di luar sana.

barya-wresthi-kahwa

Hai pengirim surat, pemilik wp alisnyambung,–entah mengapa dinamakan demikian–kubalas surat itu di sini, ya.

Suratnya sudah kuterima. Tadi pagi sekali, ketika aku terbangun dari tidur, suratmu itu menyempil di kotak surat dalam rumah burungku alias twitter. Sesaat ketika tahu kau menulis surat itu untukku, buru-buru aku membacanya, dan….speechless! Entah mengapa, aku menitikkan air mata. Air mata haru!
Suratnya manis, aku suka. Dan hampir segala terkaanmu di sana benar. Ya, benar.

Omong-omong tentang putri hujan,–prinses regen, bahasa belanda–aku mendapatkan nama itu sebab aku tak begitu suka dipanggil matahari. Mantanku dulu menyebutku demikian, haha konyol, ya? Tapi setelah dia pergi, aku mengubah sebutan itu menjadi hujan. Ya, aku bukan lagi mataharinya, maka kujadikan saja diriku hujan. Menurutku, hujan ialah air mata matahari. Air mataku. Lagi pula aku lebih menyukai hujan daripada matahari. Hehe..jadi curhat.
Lalu mengenai tulisanku, ah iya, kau benar, aku ceroboh dalam menyaring kata-kata itu. Memilah…

Lihat pos aslinya 212 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s