Prinses Regen

: Teruntuk perempuan, yang menyebut dirinya Putri Hujan

Barya Wresthi Kahwa

Aksara Devanagari. Sansakerta. Ahh.. Aku tidak mengerti. Terlalu rumit. Kenapa perempuan kerap menggemari hal-hal rumit?. Tapi, yang kutahu pasti; kau ‘Perempuan hujan pecandu kopi’

Kuharap Kau tidak terheran-heran. Perihal surat bertema yang kukirimkan hari ini. Sebab kemarin kau berucap “Kalau mau dirayu, harus ambil alih hati dulu.” Aku melakukannya. Aku sedang melakukannya. Aku sedang mencoba mengambil alih Hatimu. Tanpa kau minta demikian pun, aku sudah melakukannya.

Kita sudah saling kenal hanya lewat media sosial. Sebatas nama. Bukan perihal kepribadian ataupun semacamnya. Tapi, aku berbeda. Aku seakan-akan sangat mengenalmu. “Bagaimana bisa? Kita tidak mengenal jauh satu sama lain. Bahkan kita tidak pernah bertemu”
Pun kau mungkin juga bertanya hal yang sama. Tanyakan saja pada tulisanmu. Iya, tulisanmu. Aku mengenalmu melalui tulisanmu. Begitu banyak hal di dalam sana. Mungkin kau lupa memilahnya, hingga kau tuangkan semuanya. Cinta. Harapan. Kenangan. Luka, fiuhh.. terlalu banyak luka di dalam sana. Jadi, perihal luka dan semua yang mendampinginya, perkara masa lalu yang menginspirasi setiap kata dalam tulisanmu. Sudahkah kau tuangkan habis semuanya? Atau kau ingin terus-terusan berdiam diri di dalam sana, bukan sebaliknya; menengok sesekali dan mengambil pembelajaran darinya? Iya, dari Harapan, Kenangan dan saudaranya?

Aku pernah berucap, aku jatuh Cinta dengan tulisanmu. Aku benar-benar larut dalam tulisanmu. Tenggelam dalam kepribadianmu.
Jika aku jatuh Cinta dengan tulisanmu, apa bisa dikatakan bahwa aku juga jatuh cinta kepadamu? Tulisanmu; kepribadianmu yang juga berarti dirimu sendiri. Apa bisa di katakan demikian? Entahlah

Maaf jika tulisanku berantakan. Kau tahu aku tidak se-melankolis dirimu. Akan tetapi..
Aku menyukaimu. Dengan segala tulisanmu; kepribadianmu

Apa kau pernah membaca sedikit dari tulisanku? Aku sedang mencari Perempuan Hujanku. Barangkali kau tahu, kau kan Putri Hujan. Atau memang kaulah Si Perempuan Hujanku?

Tertanda,
Aku, bukan Mas-mas

Martapura, 14 Februari 2015

Iklan

2 thoughts on “Prinses Regen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s