Tukang Pos

Kepada,
Yth.
Bapak ber-seragam oranye
Di tempat, yang kini tak lagi menggunakan seragam kebanggaan.

‘Selamat siang. Pos! Pos! Ada surat!’

Aku kenal dengan Bapak ketika masih duduk di sekolah Taman Kanak-Kanak, seingatku. Aku tau pasti, kerap kali bel pintu berbunyi; diikuti oleh suara tegas yang terdengar samar sebuah lelah, itu pasti seorang Tukang Pos. Itu pasti Bapak. Tukang Pos yang selalu bertugas mengantarkan surat ke wilayah kumuh. Seorang kurir surat berperangko yang gemar muncul di depan pintu rumahku. Apabila pintu rumahku dibuka, Kau selalu tersenyum, berusaha menyeka peluh di wajahmu dengan sapu tangan putihmu. Itu sapu tangan yang bagus, yang kurasa sudah harus di jemur karena basahnya.

‘Selamat sore. Pos! Pos! Ada surat!’

Sekarang berbeda. Zaman sudah jauh lebih maju ketimbang dulu. Surat tak lagi kasat mata. Tak ada lagi rasa, ketika kita mengeluarkan kertas dari pembungkusnya. Semuanya sudah di digitalisasi. Media sosial mempermudah perkara sapa menyapa. Bapak, sekarang surat yang ditulis; menggunakan perangkat elektronik sudah bisa langsung dikirim dan dibaca oleh penerima saat itu juga. Berbeda dengan dulu. Surat harus bermalam di kantor pos, untuk kemudian dikirimkan esok harinya. Menunggu beberapa hari, seminggu, bahkan sebulan untuk bisa diterima dan dibaca oleh si penerima. Kertas yang dibubuhi berbagai tulisan, dari ucapan selamat, sampai minta kirimkan uang, tak lagi digunakan. Perangko tak lain hanyalah jadi barang koleksi saja. Pun kau, yang selalu setia mengantarkan tulisan berbajukan amplop coklat terkadang putih, juga sudah terabaikan. Mulai di lupakan. Hingga kau kehilangan pekerjaan.

‘Permisi. Pos! Pos! Ada surat!’

Saya harap, Bapak sekarang sehat-sehat saja. Menikmati pekerjaan berbeda dari biasanya. Menjadikannya sebagai hobi baru sehari-harinya.

Salam,

Anak yang sering melihatmu dari balik jendela di samping pintu

Iklan

One thought on “Tukang Pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s