AFFAIR

barya-wresthi-kahwa

‘A…apa yang kulihat barusan itu nyata? A…apa itu benar kau?’

Saat ini aku hanya berharap aku sedang dikelabui mimpi. Aku hanya berharap semua ini tak nyata. Namun ketika kucoba mencubit lenganku, aku merasa sakit. Aku tidak sedang bermimpi. Ini nyata!
Aku kembali ke lorong sepi yang baru saja kulewati dengan langkah gontai yang terburu-buru seperti melihat hantu. Langkahku kaku begitu sampai pada lorong tadi. Benar. Aku tidak sedang bermimpi. Itu kau. Di sana. Kau masih di sana.
Iya, itu kau.

Aku melihatmu dari kejauhan. Tubuhmu condong ke arahnya, menempelkan tubuh perempuan itu ke sudut tembok. Tanganmu melingkari pinggangnya, kau mengucap sesuatu pada perempuan itu. Perempuan itu tersenyum. Entah kau berkata apa, tapi dia tersenyum. Manis sekali. Lalu kulihat bibirmu mendarat lembut pada bibir merah muda perempuan itu. Ya, bibir tipis yang senyumnya acapkali membuatmu gemas melihatnya. Kini wajah perempuan itu tertutupi oleh kepalamu, oleh rambut ikalmu. Kau telah menghabisi saripati…

Lihat pos aslinya 203 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s