Siang Itu, Kepercayaan Dimakamkan…

T R A V E N I T A

: Kepada Tuan Lampu Jalan

Tuan,

Apakah kau masih diserang rupa-rupa kesibukan? Tenang saja, aku akan mampu bersabar menunggu kau sempat membaca suratku kali ini. Mungkin kau bisa membacanya sembari menikmati kopi yang tak pernah kaububuhi gula itu. Atau sembari menikmati kesiur angin di rooftop. Terserah padamu, aku akan menunggu. Perkara sabar kau tak pernah mengajarkan, tapi selalu kaucontohkan. Aku -bocah kecil yang telah mendaftarkan diri menjadi murid atas persetujuan sendiri- telah banyak belajar, bahwa bersabar selalu diperlukan untuk dimiliki semua orang.

Tuan,

Kali ini aku tak akan bicara tentang masa lalu yang kadang terasa demikian sendu. Atau tentang perasaan yang kadang menguras banyak pikiran. Ijinkan aku membincang tentang perempuan! Tentu hanya secuil kisah perempuan yang akan aku tuturkan. Karena

Lihat pos aslinya 530 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s