Tuan Di Bawah Meja

Tuan,
Saya harap, anda tidak terkejut mendapati tulisan di bawah bantal ketika bangun dari tidur semalam. Ini bukan perihal surat tagihan cicilan, hutang piutang atau semacamnya. Hanya perkara memberikan kesadaran, penggerak pikiran, dan suntikan motivasi untukmu, Tuan. Saya meyakini bahwasanya anda mengerti kenapa harus membaca surat dari bawah bantal yang tanpa beberapa uang koin pemberian peri gigi.

Tuan, saya bosan terus-terusan melihat keseharian anda. Duduk diam di sudut ruangan, kadang bercumbu dengan selimut tebal, guna melindungi diri dari silaunya lampu kamar. Hingga Matahari saja kesal dengan banyaknya lapisan kain yang menutupi jendela kamar anda. Pantas saja jikalau kerap kali ia tak ingin terlihat. Mempersilahkan awan tebal berwarna hitam menutupi, ditambah juta’an liter air yang menjatuhi Bumi rintik demi rintiknya. Tak jarang juga anda hanya menutup mulut dan berdiam diri dari ramai juga pentingnya bersosialisasi. Anda layaknya bunga yang tak ingin mekar. Bangunan setengah rampung yang ditelantarkan begitu saja karena dibangun tanpa izin.

Tolong, jangan jadikan diri anda seperti tulisan dalam kertas yang hanya berada di balik laci meja, lalu terjatuh di bawahnya. Berdebu, hingga luntur karena minuman yang tumpah dari atas meja. Tanpa diketahui oleh siapapun, rusak dan hilang begitu saja, Tuan. Tolong, jangan.

Malas, saya rasa hanya itu penyebabnya. Saya menawarkan bantuan untuk menyingkirkan si ‘malas’ ini, bagaimana kalau kita sekap dia di sudut ruangan dimana anda pernah mengurung diri?.
Sudah saatnya anda bangun, Tuan. Anda punya rasa percaya diri yang besar, kemampuan cukup baik untuk berbicara di depan orang banyak, menyampaikan pendapat yang menurut anda pantas untuk dipertimbangkan. Yang anda butuhkan selanjutnya hanyalah dorongan dari orang-orang di sekitar anda.

Tuan, anda tidak sendirian. Anda hanya gagal menyadarinya. Come on! Wake up! Sudahi saja kegiatan membosankan perihal menutup diri ini. Bukankah anda tidak ingin menyesali kesempatan yang terlewat begitu saja tiap harinya. Bicara sedikit dan bertindak banyak adalah hal yang sangat baik. Tapi, bicara banyak kemudian bertindak lebih banyak adalah jauh lebih baik.

Saya sudahi saja kata demi kata pendorong ini. Lekaslah bangun, Tuan, dan bersiaplah untuk melakukan hal yang sangat berguna hari ini, pun seterusnya.

Tertanda,

Yang menaruh surat di bawah bantal, untuk kemudian dibaca oleh dirinya sendiri ketika bangun pagi hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s