Yang lalu

:teruntuk wanita yang (dahulu) bersedia menghabiskan sisa hidupnya bersamaku

Gelisah. Hampir semalam-an aku tak bisa tertidur. Padahal, aku tau betapa letihnya diriku akibat ber-aktivitas seharian. Maaf untuk kesehatan badan yang telah diabaikan oleh pikiran.

Aku menuliskan ini bukan hanya karena tak bisa tertidur, tapi, juga karena teringat seseorang, Kamu.

Layaknya kebanyakan orang, ada waktu ketika akan beristirahat di malam hari; dimana orang akan mengingat kembali kejadian apa saja yang terjadi seharian. Lalu, ada waktu dinihari seperti sekarang aku menuliskan hal ini; waktu dimana orang yang masih terjaga, akan mengingat kembali jauh ke belakang hal yang pernah terjadi kepadanya. Pun Aku, teringat tentang seseorang yang lalu, Kamu.

Aku tak menanyakan bagaimana kabarmu, atau yang lainnya. Aku yakin Kamu baik-baik saja; lebih baik dari sebelumnya, ketika bersamaku. Aku yakin Kamu bahagia; lebih bahagia dengannya, ketimbang denganku. Aku tau dia yang sekarang sangat menjagamu, begitu bisa memahamimu. Berbeda denganku

Aku minta maaf, tidak mampu menjagamu, tidak bisa membahagiakanmu, dan memutuskan untuk pergi. Aku minta maaf

Terima kasih untuk Tahun, Bulan, dan Hari-hari yang Kau luangkan untukku. Berbagi kebahagian denganku.
Terima kasih..

Tertanda,

Aku, yang pernah Kau semogakan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s