Hujan

Aku pikir, akan susah mengirimkan surat ini untukmu karena, aku harus mencari Mendung terlebih dahulu. Dan Mendung belum tentu akan turun Hujan.

Untungnya sekarang sedang musimmu, kau bisa turun setiap hari, bahkan bisa sampai 4 kali sehari, bak minum obat saja.

Aku hanya ingin bertanya.
Kenapa kau begitu luar biasa?
Begitu menenangkan. Kau mampu menumbuhkan rindu seseorang. Di sukai banyak orang.
Tapi, di balik ke luar biasaanmu, banyak juga yang membencimu.

Berbeda dengan temanmu, Senja, yang juga di sukai banyak orang, Senja tanpa cela, kurasa tak ada yang membencinya. Hanya saja kadang ia tak bisa terlihat setiap hari, siapa lagi kalau bukan awan Mendungmu yang menutupi.

Oh iya, aku ingin bertanya.
Bagaimana caranya disukai, dan dicintai banyak orang?
Kalian berdua mengagumkan, meskipun aku merasa kaulah Hujan, yang paling istimewa.
Kau mengajarkan bahwa jika banyak yang mencintaimu, juga pasti akan ada yang membencimu.

Gerimis, aku sangat menyukai gerimismu. Dan aku juga menyukai derasmu, walaupun terkadang lebih banyak membencinya.

Pendek saja, aku hanya ingin menanyakan itu.
Oh terima kasih, kini sumur-sumur kami sudah penuh dengan air, tanaman kami juga tumbuh subur, terima kasih kepada penciptamu yang telah mengizinkanmu turun membasahi tanah kami.

Di pikir-pikir, aku juga akan mengirimkan surat kepada Senja.
Tentu saja untuk menanyakan hal yang sama.

Satu lagi,
apa kau tahu dimana Perempuan Hujanku? Aku belum menemukannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s