Adakah Aku, Kelak?

Iit Sibarani | Akar Pikiran

:Kepadamu Tuan

yang namanya mengabadikan diri dalam ingatan,

Barangkali, yang mereka bilang perihal “jika kau ingin membunuh seseorang, katakanlah kau mencintainya dan menghilanglah” benar adanya. Barangkali pun, mati tak lagi asing bagiku. Dan barangkali, jika masih ada nanti, bukankah lebih baik kubunuh diriku sendiri sebelum belati yang lain mengulitiku lagi?

Percayalah, bukan hanya sekali aku menitipkanmu pada samudra, membiarkan doa-doa dipeluk ombak menuju senja. Ketika kutahu mencintaimu tak pernah semudah menapakkan jejak, yang kelak mudah menghilang hanya dalam satu sapuan ombak.

Sebab, aku hanyalah satu dari banyak kemungkinan yang tak kau inginkan. Ketika jemariku tak mampu meraih apa-apa yang tak kau izinkan, atau ketika senja lebih menarik hatimu daripada perempuan yang hanya mampu mencintaimu melalui doa, atau ketika kedua isi kepala kita yang gemar menjadikan prasangka sebagai tuannya.

Aku bukanlah perempuan yang pandai menerka isi dada, ketika kakimu  lebih mahir menciptakan jeda, sedang lidahmu tak berkata yang sama. Bukan juga langkahku…

Lihat pos aslinya 138 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s